Tugas Mandiri 14

REFLEKSI INTEGRITAS DAN KEJUJURAN

 

PENDAHULUAN

Bagi saya, integritas adalah keselarasan antara nilai yang saya yakini dengan tindakan yang saya lakukan dalam setiap situasi. Integritas berarti tetap jujur, konsisten, dan bertanggung jawab, bahkan saat tidak ada yang melihat. Kejujuran bukan sekadar tidak berbohong, tetapi keberanian untuk mempertahankan prinsip yang benar meskipun ada tekanan, godaan, atau risiko. Dalam dunia akademik, integritas menjadi sangat krusial karena kampus bukan hanya tempat mempelajari teori, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Mahasiswa yang memiliki integritas tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi menghargai proses belajar. Tanpa integritas, nilai akademik dapat diperoleh melalui cara yang tidak etis, dan hal ini menjadikan pendidikan kehilangan maknanya. Karena itu, integritas bagi saya merupakan bekal penting yang akan saya bawa hingga terjun ke dunia kerja dan masyarakat.

 

REFLEKSI DAN PEMBAHASAN

Dalam kehidupan perkuliahan sehari-hari, saya menemukan bahwa tantangan untuk menjaga kejujuran sering kali muncul dari hal kecil yang tampak sepele. Titip absen, misalnya, menjadi salah satu praktik yang banyak dianggap wajar. Namun bagi saya, tindakan seperti itu mencerminkan awal dari pengabaian integritas. Saya pernah diminta seorang teman untuk mengisi absen kehadiran kelasnya. Pada saat itu, saya sempat ragu karena tidak ingin mengecewakan teman. Namun setelah berpikir, saya menyadari bahwa membantu dalam bentuk seperti itu sama saja dengan berbohong. Saya akhirnya menolak dengan baik, meski awalnya terasa tidak enak. Keputusan itu mengajarkan saya bahwa integritas berarti berani berkata tidak pada sesuatu yang salah meskipun secara sosial tidak nyaman.

Godaan lainnya muncul dalam bentuk plagiarisme dan mencontek. Pada satu minggu yang sangat padat, saya menghadapi beberapa tenggat tugas secara bersamaan. Rasa cemas dan lelah membuat saya sempat terpikir untuk menyalin sebagian tugas teman agar lebih cepat selesai. Tetapi saat itu juga, ada rasa bersalah yang langsung muncul. Seolah saya sedang mengkhianati diri saya sendiri dan seluruh proses belajar yang selama ini saya jalani. Saya memutuskan mengerjakan tugas saya sendiri. Hasilnya memang tidak sempurna, tetapi saya merasakan ketenangan yang jauh lebih berharga daripada nilai tinggi yang diperoleh dengan cara curang.

Jika integritas diabaikan, dampaknya tidak hanya terjadi pada saat itu, tetapi membentuk pola pikir jangka panjang. Ketidakjujuran dalam tugas atau ujian membuat seseorang kehilangan kesempatan belajar yang sebenarnya. Mahasiswa mungkin mendapatkan nilai tinggi, tetapi tidak menguasai materi. Ketika memasuki dunia kerja, ia akan kesulitan menghadapi tugas nyata yang tidak bisa diselesaikan dengan cara curang. Lebih jauh lagi, perilaku curang yang dibiarkan dapat berkembang menjadi tindakan tidak etis yang lebih besar, seperti manipulasi laporan atau penyalahgunaan wewenang.

Saat merefleksikan hal ini, saya menyadari bahwa tantangan integritas di kampus hanyalah gambaran kecil dari kondisi masyarakat. Di luar kampus, saya sering melihat kasus korupsi yang merugikan publik, penyebaran hoaks yang menciptakan kebingungan, hingga ketidakjujuran dalam transaksi sehari-hari. Ketika saya mengamati berbagai peristiwa tersebut, saya memahami bahwa integritas sulit ditegakkan di masyarakat karena adanya budaya permisif terhadap ketidakjujuran kecil. Banyak orang merasa bahwa kebohongan kecil tidak berdampak besar, padahal justru kebiasaan itu membentuk cara berpikir seseorang. Korupsi dalam skala besar pun dimulai dari kebiasaan tidak jujur dalam hal kecil. Fenomena ini menjadi peringatan bagi saya bahwa menjaga integritas sejak dini bukan hanya penting untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Melihat realitas tersebut, saya mulai menyadari perlunya rencana aksi pribadi untuk mempertahankan integritas setelah lulus nanti. Dunia profesional memiliki tantangan yang berbeda: tekanan target, persaingan antarpekerja, dan kebutuhan untuk menunjukkan performa terbaik. Situasi ini dapat membuat seseorang tergoda memanipulasi data, menutupi kesalahan, atau mengambil cara instan demi terlihat baik. Karena itu, saya berkomitmen untuk menjaga integritas dengan beberapa langkah konkrit. Pertama, saya ingin selalu mengutamakan transparansi, terutama dalam pekerjaan yang berkaitan dengan data atau laporan. Saya ingin memastikan bahwa apa yang saya sampaikan sesuai fakta, bukan apa yang saya rasa akan menyenangkan atasan. Kedua, saya ingin membangun kebiasaan komunikasi jujur dan terbuka agar tidak terjebak dalam manipulasi. Ketiga, saya ingin terus mengembangkan kemampuan profesional saya agar saya tidak merasa perlu mencari jalan pintas.

Selain itu, saya juga ingin menjaga kebiasaan refleksi diri secara rutin. Saya percaya seseorang bisa saja tergelincir bukan karena niat buruk, tetapi karena kurangnya kesadaran. Dengan refleksi berkala, saya dapat memastikan bahwa tindakan saya tetap sesuai dengan nilai integritas yang saya pegang. Dengan cara ini, saya berharap dapat menjadi pribadi yang dapat dipercaya, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sosial.

 

PENUTUP

Melalui refleksi ini, saya menyadari bahwa integritas bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, tetapi dibangun melalui keputusan kecil sehari-hari. Tantangan kejujuran di kampus menjadi pengingat bahwa menjaga integritas membutuhkan konsistensi dan keberanian. Pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap masyarakat menunjukkan bahwa integritas merupakan nilai yang semakin penting, terutama di tengah budaya yang kadang permisif terhadap ketidakjujuran. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk membawa prinsip integritas ke masa depan saya, baik dalam dunia profesional maupun kehidupan sosial. Kejujuran mungkin tidak selalu memberikan hasil cepat, tetapi ia memberikan rasa bangga, ketenangan, dan kehormatan yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Integritas adalah fondasi karakter yang ingin terus saya jaga sepanjang hidup saya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

tugas terstruktur 02 kewarganegaran kelompok_salsa febby valensya

TUGAS MANDIRI 3

tugas terstruktur 01 kewarganegaraan_salsa febby valensya